Kabar Terbaru Medan: Wanita yang Mengaku Dianiaya Polisi Saat Menyusui Anak Berakhir Damai

Kasus dugaan dianiaya polisi yang dialami seorang wanita di Medan beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian dan tokoh masyarakat, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Berita ini tentu membawa angin segar dan mengakhiri polemik yang sempat ramai diperbincangkan terkait dugaan tindakan dianiaya polisi saat korban sedang menyusui anaknya.

Peristiwa yang terjadi pada hari Selasa, 6 Mei 2025, di kawasan Medan Kota ini bermula ketika seorang wanita bernama Siti (28 tahun) mengaku mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari seorang oknum anggota kepolisian saat ia sedang menyusui bayinya di ruang publik. Siti mengaku merasa dianiaya polisi secara verbal dan sempat mengalami tindakan fisik ringan. Berita mengenai pengakuan Siti ini dengan cepat menyebar melalui media sosial dan menjadi perhatian berbagai pihak.

Menindaklanjuti laporan dan berita yang beredar, Propam Polrestabes Medan segera melakukan penyelidikan internal terkait dugaan tindakan anggotanya. Sementara itu, berbagai pihak termasuk organisasi महिला dan правозащитники turut memberikan perhatian dan dukungan kepada Siti. Proses mediasi kemudian diinisiasi untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya pada hari Sabtu, 10 Mei 2025, bertempat di Mapolrestabes Medan, Siti dan oknum anggota polisi yang bersangkutan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan berjanji untuk tidak memperpanjang masalah ini di kemudian hari. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Riko Sunarko, yang turut hadir dalam proses mediasi menyampaikan apresiasinya atas tercapainya kesepakatan damai ini. “Kami bersyukur kedua belah pihak bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ini adalah langkah yang baik untuk menjaga kondusivitas di masyarakat,” ujar Kombes Pol. Riko.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, kasus dugaan dianiaya polisi dinyatakan selesai. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan profesionalisme anggotanya dalam bertugas, serta lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama kaum wanita dan anak-anak. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.

Theme: Overlay by Kaira nbcmedan.it.com
Sumatera Utara, Indonesia

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org