Mengucapkan Assalamu ‘alaikum ya ahla ad-diyar min al-mu’minin wal muslimin wa inna in sha Allahu bikum lahiqun. Nas’alullaha lana walakumul ‘afiyah adalah sunah yang sangat dianjurkan saat ziarah kubur. Kata “Assalamu” yang berarti “salam sejahtera”, membuka doa ini dengan penghormatan mendalam kepada penghuni kubur. Ini adalah bentuk sapaan yang mengandung doa keselamatan dan keberkahan, sebuah tradisi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga adab dan menghormati yang telah tiada.
Membuka dengan “Assalamu” saat ziarah kubur menunjukkan bahwa kita datang dengan niat baik dan damai. Ini bukan sekadar ritual, melainkan pengakuan bahwa meskipun terpisah alam, ikatan keimanan tetap ada. Salam ini menegaskan ukhuwah Islamiyah, di mana Muslim yang hidup senantiasa mendoakan dan menghormati saudara-saudaranya yang telah lebih dulu berpulang, sebuah ajaran yang memperkuat hubungan spiritual.
Bagian inti dari salam ini adalah pengakuan: “wa inna in sha Allahu bikum lahiqun” (dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian). Frasa ini menjadi pengingat yang sangat kuat akan kefanaan hidup dan kepastian kematian. Dengan mengakui bahwa kita pun akan menyusul mereka yang di kubur, hati kita diharapkan menjadi lebih lembut dan sadar akan pentingnya persiapan untuk akhirat, sebuah refleksi yang sangat mendalam.
Kemudian, doa ditutup dengan permohonan universal: “Nas’alullaha lana walakumul ‘afiyah” (Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian). Permohonan ini mencakup keselamatan di dunia dari segala fitnah dan godaan, serta keselamatan di akhirat dari azab kubur dan neraka. Doa ini menunjukkan betapa besar harapan kita pada rahmat Allah yang meliputi setiap hamba-Nya.
Mengucapkan “Assalamu” dan doa ini saat ziarah kubur juga mengajarkan tentang tujuan sebenarnya dari ziarah. Ini bukan praktik tahayul atau meminta-minta kepada jenazah, melainkan ibadah yang bertujuan mengingat mati dan mendoakan ahli kubur. Dengan demikian, kita menjaga kemurnian akidah dan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW, sebuah prinsip penting dalam Islam.
Keutamaan mengucapkan salam ini adalah kemampuannya menumbuhkan ketenangan hati bagi peziarah. Rasa duka yang mungkin muncul saat mengingat almarhum dapat diiringi dengan harapan akan ampunan dan rahmat Allah yang meliputi semua. Ini adalah cara yang sehat untuk menerima kehilangan dan menguatkan iman, sembari terus berpasrah diri kepada kehendak Ilahi.
Doa ini juga merupakan pengingat konsisten bagi kita yang hidup untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Jika kita tahu bahwa suatu saat nanti kita akan menjadi ahli kubur yang akan disapa dengan “Assalamu“, maka setiap detik yang tersisa harus dimanfaatkan untuk beramal saleh. Ini menjadi motivasi kuat untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna dan bertakwa.
Singkatnya, mengucapkan “Assalamu” dan doa lengkapnya saat ziarah kubur adalah sunah yang penuh makna. Ini adalah sapaan penuh penghormatan, pengingat bahwa kita akan menyusul yang meninggal, dan permohonan keselamatan universal. Doa ini bukan praktik tahayul, melainkan memperkuat hubungan spiritual dan menumbuhkan ketenangan hati, mendorong kita untuk senantiasa mengingat mati dan mempersiapkan diri.
