Nostalgia dan Kebersamaan: Mencoba Kembali Permainan Tradisional Meriam Bambu di Sumut

Di tengah gempuran teknologi dan modernisasi, beberapa permainan tradisional mulai terlupakan. Namun, di beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut), semangat untuk melestarikan warisan budaya leluhur masih terjaga. Salah satunya adalah dengan kembali menghidupkan permainan tradisional meriam bambu, terutama menjelang atau saat perayaan hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Suara dentuman meriam bambu yang khas kembali menggema, membawa nuansa nostalgia dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Permainan tradisional meriam bambu dulunya sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja di berbagai pelosok Sumatera Utara. Meriam ini dibuat dari batang bambu besar yang dilubangi pada bagian ruasnya. Bahan bakar yang digunakan biasanya karbit yang dicampur air, menghasilkan ledakan yang cukup keras dan mengasyikkan. Meskipun terkesan sederhana, permainan ini membutuhkan kehati-hatian dan kerjasama antar pemain. Proses pembuatan meriam, pengisian bahan bakar, hingga menyalakannya menjadi bagian dari keseruan yang dirasakan bersama.

Beberapa komunitas dan kelompok pemuda di Sumut mulai aktif kembali menggelar acara memainkan meriam bambu. Seperti yang terlihat di Desa Sei Rotan, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu sore, 16 April 2025, puluhan pemuda berkumpul di lapangan desa untuk memainkan permainan tradisional ini. Mereka dengan antusias membuat meriam dari bambu-bambu yang telah disiapkan, kemudian bersama-sama mengisi karbit dan menyalakannya. Suara dentuman meriam bambu yang saling bersahutan menciptakan suasana yang riang dan menghidupkan kembali kenangan masa kecil.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Bapak Jamaluddin (62 tahun), kegiatan memainkan meriam bambu ini tidak hanya sekadar permainan tradisional untuk hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan sosial. Anak-anak dan remaja belajar tentang kerjasama, gotong royong, dan pentingnya menjaga tradisi. “Kami berharap, dengan kegiatan seperti ini, generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka dan terus melestarikan permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai luhur,” ujarnya. Pihak kepolisian dari Polsek Percut Sei Tuan juga melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, serta memberikan imbauan terkait keselamatan dalam memainkan meriam bambu. Semangat untuk menghidupkan kembali permainan tradisional meriam bambu ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya di Sumatera Utara.

Theme: Overlay by Kaira nbcmedan.it.com
Sumatera Utara, Indonesia

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org