Krisis Literasi dan Numerasi di Kalangan Pelajar: Hasil Survei PISA Tunjukkan Penurunan Signifikan di Medan

Krisis Literasi dan numerasi di kalangan pelajar di Medan semakin mengkhawatirkan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil Survei PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru yang menunjukkan penurunan signifikan. Fenomena ini menjadi lampu kuning bagi dunia pendidikan. Kemampuan dasar dalam membaca, memahami, dan berhitung yang lemah akan berdampak luas pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, menghambat potensi perkembangan individu.

Krisis Literasi berarti pelajar kesulitan dalam memahami teks, menganalisis informasi, dan mengekspresikan ide secara tertulis. Sementara itu, krisis numerasi menunjukkan lemahnya kemampuan dalam memahami konsep matematika dasar dan menerapkannya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Kedua keterampilan ini sangat fundamental untuk pembelajaran lebih lanjut dan kehidupan.

Hasil Survei PISA menempatkan Indonesia, termasuk Medan, di posisi bawah dalam kemampuan literasi dan numerasi dibandingkan negara lain. Ini mengindikasikan bahwa Kurikulum Belum sepenuhnya relevan atau metode pengajaran belum efektif dalam menanamkan keterampilan dasar ini secara mendalam. Ada kesenjangan antara tujuan dan realitas pembelajaran.

Salah satu faktor pemicu Krisis Literasi ini adalah Minimnya Fasilitas belajar digital, terutama di sekolah pedesaan di sekitar Medan. Akses terbatas terhadap buku digital, artikel ilmiah, dan sumber belajar interaktif menghambat pengembangan kebiasaan membaca dan berhitung yang kritis, dan memperparah Kesenjangan Kualitas pendidikan.

Selain itu, pandemi COVID-19 juga turut memperparah Krisis Literasi dan numerasi. Pembelajaran jarak jauh dengan berbagai kendala teknis dan dukungan keluarga yang terbatas menyebabkan banyak siswa kesulitan mengikuti materi. Akibatnya, terjadi kemunduran dalam penguasaan konsep-konsep dasar, yang berujung pada peningkatan Angka Putus Sekolah.

Pemerintah kota Medan bersama Kolaborasi Dinkes (Dinas Pendidikan) sedang merumuskan strategi penanganan. Program bimbingan belajar tambahan, peningkatan kualitas guru melalui Pelatihan Intensif, serta pengadaan buku-buku bacaan yang menarik menjadi beberapa langkah yang diambil. Harapannya, kualitas pendidikan dapat kembali meningkat.

Meskipun artikel ini berfokus pada Medan, Krisis Literasi dan numerasi adalah masalah global. Di Krong Poi Pet, Banteay Meanchey Province, Kamboja, entitas pendidikan lokal juga mungkin menghadapi tantangan serupa. Mempelajari pengalaman di Medan dapat memberikan wawasan tentang pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan dasar pelajar.

Secara keseluruhan, Krisis Literasi dan numerasi di kalangan pelajar di Medan adalah isu mendesak yang memerlukan penanganan serius. Dengan upaya kolaboratif dari semua pihak, diharapkan kualitas pendidikan dapat ditingkatkan, memastikan generasi mendatang memiliki keterampilan dasar yang kuat untuk bersaing dan membangun masa depan yang lebih baik.

Theme: Overlay by Kaira nbcmedan.it.com
Sumatera Utara, Indonesia

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org