Aparat kepolisian Sektor Medan Labuhan berhasil mengamankan seorang pria yang dikenal sebagai preman karena melakukan aksi pemalakan terhadap seorang sopir mobil pikap. Insiden preman palak sopir yang terjadi di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Belawan, Medan, pada Senin siang, 21 April 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, ini berhasil direkam oleh saksi mata dan videonya viral di media sosial. Berkat rekaman tersebut dan laporan dari korban, pelaku preman palak sopir berhasil diringkus tidak lama setelah kejadian.
Korban yang diketahui bernama Indra Lesmana (32 tahun), seorang sopir pikap yang sedang mengangkut barang, dihentikan oleh pelaku yang bernama Joni (45 tahun) di tengah jalan. Pelaku dengan nada mengancam meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan keamanan wilayah. Korban yang merasa terintimidasi terpaksa memberikan sejumlah uang kepada preman sok jagoan tersebut. Namun, setelah pelaku pergi, korban yang merasa tidak terima melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Labuhan.
Berbekal laporan korban dan rekaman video viral yang menunjukkan aksi preman palak sopir, petugas kepolisian segera melakukan penyelidikan. Ciri-ciri pelaku yang terekam dengan jelas memudahkan petugas untuk mengidentifikasi dan menangkap Joni di sekitar kawasan pelabuhan pada Senin sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Heri Subiantoro, S.H., M.H., saat memberikan keterangan pers pada Selasa pagi, 22 April 2025, membenarkan penangkapan pelaku pemalakan sopir pikap tersebut. “Kami telah berhasil mengamankan pelaku J yang melakukan aksi preman palak sopir. Penangkapan ini berkat laporan korban dan juga bukti rekaman video yang viral. Kami tidak akan mentolerir всякие bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat. Pelaku akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kompol Heri Subiantoro. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan segala bentuk tindakan premanisme agar dapat segera ditindaklanjuti. Penangkapan preman palak sopir ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku lain dan menciptakan rasa aman bagi para pengguna jalan.
