Hari: 22 Mei 2025

Remaja Meregang Nyawa Akibat Terkena Peluru Nyasar di Medan

Remaja Meregang Nyawa Akibat Terkena Peluru Nyasar di Medan

Sebuah tragedi memilukan terjadi di Medan, ketika seorang remaja berusia 15 tahun harus Meregang Nyawa akibat terkena peluru nyasar. Insiden yang terjadi pada hari Rabu, 21 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB ini, menambah daftar panjang korban akibat penggunaan senjata api yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik dan menuntut aparat untuk segera mengungkap pelaku serta mencegah kejadian serupa terulang.

Korban, yang diketahui berinisial RA, adalah seorang pelajar SMP yang saat itu sedang duduk di teras rumahnya di kawasan Medan Helvetia. Menurut keterangan saksi mata, Ibu Susanti (40), tetangga korban, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali. “Kami semua terkejut, dan tak lama kemudian terdengar teriakan. Saat kami keluar, RA sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Ibu Susanti dengan nada syok kepada petugas kepolisian.

RA yang terluka di bagian dada langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan oleh keluarga dan warga sekitar. Namun, karena luka yang terlalu parah, nyawa RA tidak dapat diselamatkan. Ia pun Meregang Nyawa tak lama setelah tiba di rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Helvetia.

Tim Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Kompol Arisandy, langsung bergerak cepat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Petugas menemukan proyektil peluru di sekitar tempat korban tergeletak, yang menjadi bukti kuat bahwa RA Meregang Nyawa akibat tembakan. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mencari rekaman CCTV di area sekitar untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah datangnya peluru dan identitas pelaku penembakan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Teguh Prayitno, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. “Kami akan melakukan penyelidikan secara intensif untuk menemukan pelaku penembakan dan motif di baliknya. Ini adalah tindak pidana serius yang tidak bisa ditolerir,” tegas Kombes Pol. Teguh Prayitno dalam keterangannya pada hari Kamis, 22 Mei 2025. Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya penggunaan senjata api ilegal dan pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran senjata untuk mencegah korban lain Meregang Nyawa karena peluru nyasar.

Penangkapan Pengedar Narkoba: Dua Residivis Ditangkap di Medan

Penangkapan Pengedar Narkoba: Dua Residivis Ditangkap di Medan

Medan, Sumatera Utara – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil meringkus dua pengedar narkoba dan perjudian dalam operasi terpisah. Kedua pelaku diketahui merupakan residivis kambuhan. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polrestabes Medan memberantas peredaran gelap narkoba di wilayahnya, menjaga generasi muda dari bahaya zat adiktif.

Pelaku pertama, berinisial RH (40), ditangkap di kawasan Medan Denai. Dari tangan RH, petugas menyita barang bukti sabu seberat 50 gram dan beberapa alat hisap. RH diketahui baru saja keluar dari penjara setelah menjalani hukuman untuk kasus serupa. Ini menunjukkan tingkat kesulitan dalam memutus rantai peredaran.

Tak berselang lama, tim Satres Narkoba kembali berhasil mengamankan BS (35) di kawasan Medan Sunggal. BS juga merupakan residivis kasus narkoba dan perjudian. Penangkapan ini menunjukkan jaringan peredaran narkoba masih aktif melibatkan pelaku lama, yang terus mencoba kembali ke bisnis haram tersebut.

Dari penangkapan BS, polisi mengamankan 30 gram sabu dan sejumlah uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba. Keduanya kini ditahan di Mapolrestabes Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengungkapan kasus ini merupakan prestasi signifikan dalam memerangi kejahatan transnasional.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jhonny Edison Isir, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan mereka. Pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama demi menciptakan lingkungan yang aman.

Masyarakat diharapkan dapat terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba. Laporan dari warga sangat membantu aparat penegak hukum. Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat krusial untuk keberhasilan operasi semacam ini.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pengedar narkoba. Aparat tidak akan pernah berhenti mengejar dan menindak tegas. Hukuman berat menanti para pelaku kejahatan narkotika. Ini demi keamanan bersama dan masa depan bangsa yang bebas dari penyalahgunaan.

Upaya pemberantasan narkoba di Medan akan terus ditingkatkan. Diharapkan dengan penangkapan para residivis ini, peredaran narkoba di kota Medan dapat berkurang signifikan. Polisi berkomitmen menjaga ketertiban umum dan memastikan hukum ditegakkan secara adil.

Theme: Overlay by Kaira nbcmedan.it.com
Sumatera Utara, Indonesia